Berhasil Lepas dari Ketergantungan Krim Dokter Dengan Cara Sederhana

Siapa sih yang tidak ingin punya wajah bersih? 
Apalagi kita ladies , pasti ingin punya wajah putih bersih, glowing, dan bebas jerawat. 
Namun kita tentunya memiliki jenis kulit yang berbeda-beda bukan? 

Ada yang kulit normal, kulit kering, kulit berminyak , kulit sensitif, kulit kombinasi, kulit berjerawat.
Hal ini akan menentukan jenis perawatan yang kita pakai. 

Terkadang untuk mendapat hasil cepat,  kita sering menggunakan berbagai macam skincare yang berada di pasaran. 
Trial Error !!! Tapi belum cocok juga.
Akhirnya suka explore kesana-sini, tanya ke teman pakai produk apa? Perawatan di mana? 

Seringkali tujuan akhir dari pencarian jatuh kepada perawatan di klinik kecantikan / dokter kulit.
Memang, jika kita melakukan perawatan di klinik kecantikan / dokter akan mendapatkan hasil yang memuaskan, itu pun jika kita rajin dan terus menerus menggunakan produk dan perawatan dari tempat tersebut.

Namun, jika kita lupa menggunakan produk / perawatan tersebut seringkali muncul beberapa masalah seperti jerawat besar muncul, bruntusan, flek hitam , kusam,  kering dll. 

Hal ini yang biasanya kita sebut "ketergantungan krim dokter".
Padahal menurut klaim dari beberapa klinik kecantikan/dokter, hal tersebut terjadi karena kita berhenti melakukan rutinitas perawatan.

Aku tidak bisa menjelaskan penyebab detail secara kedokteran karena memang aku bukan ahli dermatologi, di sini aku hanya akan berbagai tips berdasarkan pengalaman pribadi " Bagaimana Cara Melepas Ketergantungan Krim Dokter ".

Bagi sebagian orang melepas krim dokter bukanlah hal yang mudah,perlu perjuangan dan kesabaran ekstra.
Aku pun berusaha berulang kali buat lepas dari krim dokter tapi susah, karena
saat berhenti krim ada aja masalah yang muncul, orang biasa sebut itu "breakout".

Aku sering kali tidak tahan dengan reaksi yang ditimbulkan pasca lepas krim, mulai dari gatal, bruntusan heboh, kulit kering, kusam, berjerawat, pori besar hmm..  rupanya hampir semua masalah kulit aku punya.

Lalu aku kembali lagi memakai krim dan konsul ke dokter.
Kata dokter , ini merupakan reaksi dari yang biasanya kita melakukan perawatan dengan krim secara rutin kemudian berhenti totalbkulit kita jadi kaget.

Namun semakin hari aku merasa hasil pemakaian dari krim ini itu tidak kunjung membaik juga.
Akhrinya aku bertekad untuk lepas dari krim dokter. 

Kalau kalian baca artikel cara melepas krim dokter, pasti banyak yang menulis bahwa menghentikan pemakaian krim dokter adalah dengan melepas dosis paling rendah dahulu, atau bisa minta ke dokter untuk menurunkan dosis krim. 

Aku melakukan cara yang berbeda. Berikut langkah-langkahnya : 

1. Pertama: harus punya niat yang bulat dan sabar banget ya. 

2. Kedua: mulai dari mengurangi pemakaian krim
Jadi bertahap gitu setiap minggunya. Aku mulai dari Krim malam-krim siang-facial wash -sunblock , yang paling ringan aku stop terakhir. 

3. Ketiga : pakai masker alami dulu ya seperti madu, oatmeal atau lidah buaya asli biar wajah gak terlalu kering.

4. Keempat : banyak minum air putih dan makan buah & sayur.  

5. Kelima : jangan pakai produk apapun dulu sebelum kulit benar-benar netral dan bahan kimia hilang dari kulit

6. Keenam: tetap sabar dan telaten ya. 

Ini jadwalnya yang aku gunakan selama proses lepas dari krim dokter.
Mulai hari senin biar enak hitungnya hehe. 





Niat banget kan?  Sampai bikin jadwal seperti itu. 
Pokoknya semua harus ditahan dengan sabar. 
Kalau sewaktu-waktu ingin kembali lagi ke dokter harus bisa mengalihkan perhatian ya dengan melakukan kegiatan yang menyenangkan. 

Eiitss..... tapi jangan nonton beauty vlogger dulu ya nanti jadi pengen tempel-tempel produk ke wajah hehe 

Inget step step kelima "jangan pakai produk apapun".

Oke sekian cara melepas krim dokter berdasarkan pengalaman pribadiku, untuk produk yang kupakai setelah lepas krim "WEEK 7" aku share ke artikel selanjutnya bisa klik disini.

Tenang pakai produk yang murah-murah aja kok, so pasti tersedia di pasaran.

Terimakasih.
Selamat Berjuang.

0 Komentar